Halaqah Kemenag 2014

blogger templates
Pengembangan Pendidikan Pondok Pesantren Salafiyah Selasa-Rabu, 26-27 Agustus 2014 Crown Hotel Tasikmalaya Tasikmalaya yang di kenal sebagai kota santri merupakan suatu kebanggaan bagi pemerintah dan warga tasikmalaya.,namun di sisi lain hal ini merupakan suatu beban moral bagi pemerintah dan pihak penyelenggaraan Pendidikan khususnya Pondok Pesantren. karena mungkin bukan hanya menjamurnya Pondok-pondok pesantren di tasikmalaya, santri yang jumlahnya ribuan dan madrasah diniyah yang bertaburan dimana-mana, namun hal tersebut juga diperlukan penanaman jiwa kesantrian dalam segala aspek kehidupan yang bertujuan untuk menciptakan regenerasi umat yang berkualitas dengan basic keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Pada halaqah ini di bahas semua tentang pengembangan Pondok Pesantren baik salafiyah maupun khalafiyah agar tetap bisa mempertahankan slogan kota santri tentunya dengan adanya rumusan dan strategi untuk mencapai tujuan Pendidikan. Pendidikan yang berbasis pesantren merupakan langkah awal untuk menjadikan dunia Pendidikan lebih bermartabat. Adapun alur halaqah yang menjadi pokok pembahasan dengan melatarbelakangi bahwa -Tasikmalaya sebagai Kota santri -Pondok Pesantren adalah Pendidikan yang berbasis kultur masyarakat (islam) -Pondok Pesantren sebagai akar Pendidikan Islam -Pondok Pesantren mampu merubah paradigma keberagamaan dan keberadaban (tafaquh fiddin dan akhlaqul karimah) Tujuan dari Halaqah itu sendiri adalah -Tersusunnya konsep pengembangan pesantren sehingga lahir kader ulama yang siap pakai di lingkungan kota Tasikmalaya -Lahirnya kesepahaman tentang kaderisasi pondok pesantren. itulah kutipan sebagian dari tujuan diselenggarakannya Halaqah dgn tema Pengembangan Pendidikan Pondok Pesantren salafiyah yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kota Tasikmalaya di Crown Hotel pada hari Selasa-Rabu, 26-27 Agustus 2014 yang dihadiri oleh 60 Peserta yang terdiri dari penyelenggara pendidikan mulai dari Pimpinan Pondok Pesantren, Forum Pondok Pesantren, FKDT, KGGI, dll. Acara Halaqah ini ditutup dengan diskusi akhir dengan Walikota Tasikmalaya , Ketua DPRD, MUI, Kemenag dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya